Pelaksanaan Praktik Table Manner sebagai Pembelajaran Etika Makan Formal

Yogyakarta, 8 Mei 2026 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai etika makan formal serta menambah wawasan di bidang hospitality dan public relations, mahasiswa Manajemen Pemasaran Kelas B mengikuti kegiatan Praktik Table Manner yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 13.30 WIB hingga 17.30 WIB di Hotel Porta by Ambarrukmo Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran yang didampingi oleh dosen pengampu, Dr. Setiyawami, S.H., M.Pd.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktik yang bertujuan untuk memberikan pengalaman secara riil mengenai etika makan formal yang baik dan benar. Dengan praktik ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga berkesempatan mengimplementasikan teori di lapangan dalam lingkup jamuan resmi. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan hotel tour yang dipandu oleh Ibu Ade Amrita. Pada sesi ini, mahasiswa diajak berkeliling untuk mengenal fasilitas hotel sekaligus memahami bagaimana standar pelayanan diterapkan di industri hospitality

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan making bed demo yang dipandu langsung oleh Mas Sofyan  Didit Wijanarko selaku Assistant Executive Housekeeping. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada teknik penataan tempat tidur sesuai standar hotel. Setelahnya, mahasiswa mengikuti cooking demo bersama Chef Zulfan selaku Executive Chef. Pada sesi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman melihat secara langsung proses pengolahan makanan dan teknik penyajian dalam industri food and beverage. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti bartender class yang dipandu langsung oleh Mas Evan selaku F&B Captain sebagai pengenalan dasar mengenai jenis minuman, teknik pembuatan, dan cara penyajian yang standar di bidang perhotelan.

Sebagai fokus utama kegiatan, mahasiswa mengikuti rangkaian table manners course yang dipandu oleh Pak Wahyu Hariyadi. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai aspek table manners, mulai dari penggunaan alat makan, aturan posisi duduk, hingga cara berkomunikasi yang baik selama berlangsungnya jamuan formal. Dalam penyampaiannya, Pak Wahyu menjelaskan secara bertahap praktik dasar table manners, mulai dari posisi duduk yang benar dengan punggung tegak dan tangan diletakkan di pangkuan saat tidak digunakan, urutan penggunaan alat makan dari luar ke dalam dengan posisi garpu di sisi kiri dan pisau di sisi kanan, hingga penggunaan serbet (napkin) yang dilipat sederhana dan diletakkan di atas pangkuan segera setelah duduk.

Melalui praktik ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa profesionalitas tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui sikap, etika, dan cara berinteraksi dalam situasi formal. Kegiatan ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan teori public relations yang dipelajari di kelas ke dalam praktik langsung di dunia hospitality. (Citra)